PENDAHULUAN
Banyak pasien asma yang aktif merokok kita temukan di klinik. Pervalensi pasien asma yang aktif merokok ini di Negara berkembang mencapai 25% dari 102 pasien asma akut yang menjalani rawat inap
Merokok mengubah respon terapeutik obat yang dipergunakan pada
penyakit saluran nafas, termasuk asma, melalui berbagai mekanisme, antara lain induksi isoenzim hepatik, interaksi farmakodinamik, dan penurunan sensitivitas terhadap kostikosteroid.11
Banyak penelitian yang mencoba menentukan efek merokok terhadap terapi kortikosteroid inhalasi maupun oral dilakukan di seluruh dunia. Suatu penelitian plasebo-kontrol random prospektif buta-ganda yang dilakukan oleh Chalmers dkk. pada tahun 2002 membuktikan pengaruh merokok terhadap terapi kortikosteroid inhalasi pada penderita dengan asma ringan. Penelitian ini melihat efek terapi dengan fluticasone propionate (1000 μg) inhalasi atau plasebo selama 3 minggu pada pasien asma perokok dan non-perokok yang belum pernah mendapat terapi kortikosteroid. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini adalah merokok akan mengurangi efikasi terapi inhalasi kortikosteroid jangka pendek pada asma ringan
Penelitian lain juga mencoba membandingkan efikasi terapi kortikosteroid inhalasi pada pasien asma persisten ringan perokok dan non-perokok. Tomlison dkk. membandingkan pemakaian beclomethasone inhalasi harian dengan dosis 400 μg dengan 2000 μg selama 12 minggu pada kelompok pasien asma ringan perokok dan non-perokok. Penelitian multisenter random buta ganda ini mendapatkan kesimpulan bahwa pasien asma persisten ringan perokok insensitif
terhadap kortikosteroid inhalasi dosis rendah dibandingkan kelompok nonperokok. Selanjutnya, dengan peningkatan dosis beclomethasone inhalasi, perbedaan sensitivitas ini dapat dikurangi. Temuan ini memberikan dampak yang penting pada manajemen pasien asma ringan yang....
untuk lebih lengkap download disini...
Merokok mengubah respon terapeutik obat yang dipergunakan pada
penyakit saluran nafas, termasuk asma, melalui berbagai mekanisme, antara lain induksi isoenzim hepatik, interaksi farmakodinamik, dan penurunan sensitivitas terhadap kostikosteroid.11
Banyak penelitian yang mencoba menentukan efek merokok terhadap terapi kortikosteroid inhalasi maupun oral dilakukan di seluruh dunia. Suatu penelitian plasebo-kontrol random prospektif buta-ganda yang dilakukan oleh Chalmers dkk. pada tahun 2002 membuktikan pengaruh merokok terhadap terapi kortikosteroid inhalasi pada penderita dengan asma ringan. Penelitian ini melihat efek terapi dengan fluticasone propionate (1000 μg) inhalasi atau plasebo selama 3 minggu pada pasien asma perokok dan non-perokok yang belum pernah mendapat terapi kortikosteroid. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini adalah merokok akan mengurangi efikasi terapi inhalasi kortikosteroid jangka pendek pada asma ringan
Penelitian lain juga mencoba membandingkan efikasi terapi kortikosteroid inhalasi pada pasien asma persisten ringan perokok dan non-perokok. Tomlison dkk. membandingkan pemakaian beclomethasone inhalasi harian dengan dosis 400 μg dengan 2000 μg selama 12 minggu pada kelompok pasien asma ringan perokok dan non-perokok. Penelitian multisenter random buta ganda ini mendapatkan kesimpulan bahwa pasien asma persisten ringan perokok insensitif
terhadap kortikosteroid inhalasi dosis rendah dibandingkan kelompok nonperokok. Selanjutnya, dengan peningkatan dosis beclomethasone inhalasi, perbedaan sensitivitas ini dapat dikurangi. Temuan ini memberikan dampak yang penting pada manajemen pasien asma ringan yang....
untuk lebih lengkap download disini...
No comments :
Post a Comment
muat komentar anda disini untuk membantu mengembangkan blog ini...