Sunday, November 8, 2015

Faktor Risiko Diare pada Bayi

FAKTOR RISIKO DIARE PADA ANAK

Pnyakit diare menempati urutan kelima dari 10 penyakit utama pada pasien rawat jalan di RS merupakan topik yang sering diteliti secara akademik dibidang kesehatan masyarakat.  Penelitian berupa systematic review terhadap 18 penelitian akademik FKM UI yang dilakukan pada tahun 2000-2005 dengan 3884 (kisaran 65-500) subyek penelitian bertujuan untuk melihat faktor risiko diare pada bayi dan balita di Indonesia.  Data yang dikumpulkan dianalisis secara univariat dan bivariat.

Sampai saat ini penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan dunia teruatama di Negara berkembang. Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare.  WHO memperkirakan 4 milyar kasus terjadi di dunia pada tahun 2000 dan 2,2 juta diantaranya meninggal sebagian besar anak-anak dibawah umur 5 tahun.  Hal ini sebanding dengan 1 anak meninggal setiap 15 detik atau 20 jumbo jet kecelakaan setiap hari.  Di Indonesia, diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama.  Hali ini disebabkan masih tingginya angka kesakitan dan menimbulkan banyak kematian teruatama pada bayi dan balita, serta sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB)

penyakit diare sering menyerang bayi dan balita, bila tidak diatasi lebih lanjut akan menyebabkan dehidrasi yang mengakibatkan kematian.  Data terakhir dari departemen kesehatan menunjukan bahwa diare menjadi penyakit pembunuh kedua bayi dibawah lima tahun (balita) di Indonesia setelah radang paru atau Pneumonia. Banyak faktor risiko yang diduga menyebabkan terjadinya penyakit diare pada bayi dan balita di Indonesia.  Salah satu faktor risiko yang sering diteliti adalah faktor lingkungan yang meliputi sarana air bersih (SAB), sanitasi, jamban, saluran pembuangan air limbah (SPAL), kualitas bakterologis air dan kondisi rumah.  Data terakhir menunjukan bahwa kualitas air minum yang buruk menyebabkan 300 kasus diare per 1000 penduduk.  Sanitasi yang buruk dituding sebagai penyebab banyaknya kontaminasi bakteri E-coli  dalam air bersih yang dikonsumsi masyarakat.  Bakteri E-coli mengindikasikan adanya pencemaran tinja manusia..

lebih lengkap download disini

No comments :

Post a Comment

muat komentar anda disini untuk membantu mengembangkan blog ini...