Wednesday, November 11, 2015

Luaran Fungsi Sendi Pergelangan Tangan pada Fraktur Distal Radius Sesudah Tindakan Fiksasi Percutaneous Pinning dibandingkan dengan tindakan Long Arm Cast

PENDAHULUAN

Fraktur distal radius merupakan fraktur dengan insiden tertinggi kedua pada usia tua setelah fraktur pada daerah hip. Dengan bentuk insidensi bimodal fraktur distal radius yaitu, pada usia 6-10 tahun dan usia 60-70 tahun. Pada usia tua penyebab tersering adalah low energy trauma dan lebih banyak ditemukan pada wanita
pada wanita tua selain masalah pada frakturnya, sering didapatnkan masalah lain yaitu kualitas tulang yang menurun. Hali ini menjadi tantangan untuk dapat menentukan metode penatalaksanaan yang tepat, Meskipun pada orang tua kadang tidak mempermasalahkan adanya gangguan pada fungsi tanganya dan adanya deformitas pasca cedera, namun saat ini dengan meningkatnya usia harapan hidup disertai dengan semakin banyaknya populasi manusia yang masih aktif dan produktif dibutuhkan metode penatalaksanaan yang paling tepat untuk dapat menjamin hasil yang maksimal
penatalaksanaan fraktur pada distal radius setelah berubah dari waktu ke waktu. Dahulu closed reduction dan imobilisasi dalam cast merupakan pilihan utama. Saat ini pilihan terapi pada fraktur distal radius semakin beragam. Tujuan utama terapi pada fraktur distal radius intraartikuler adalah mengembalikan permukaan artikular pada posisi anatomis dengan fiksasi yang stabil dan mengembalikan fungsi, karena itu pada kasus ini diperlukan penanganan yang tepat....

untuk lebih lanjut download disini....

No comments :

Post a Comment

muat komentar anda disini untuk membantu mengembangkan blog ini...