STRATEGI BERTAHAN HIDUP ANAK JALANAN
Ketika anak beranjak remaja terhadap pola pikir. Agen sosialisasi berubah pada anak yang berusia antara 13 sampai 18 tahun. Dimana sosialisasi yang dilakukan oleh peer group menjadi sangat bahkan lebih penting. Terkait dengan kasus anak jalanan, menurut teori kemiskinan yang dijelaskan oleh Parsudi Suparlan (1993) bahwa "sekali kebudayaan kemiskinan tumbuh, ia cenderung melenggangkan dirinya dari generasi ke generasi melalui pengaruhnya terhadap anak-anak". Hal ini berarti secara tidak langsung anak-anak mereka akan mewarisi pekerjaan yang telah dijalani oleh orangtuanya dan ditambah lagi pada masa kanak-kanak orangtua menjadi role model bagi mereka. Strategi bertahan hidup anak jalanan dalam memperoleh penghasilan diperoleh melalui pilihan serangkaian kegiatan yang ada. Pilihan yang digunakan bisa berupa cara kerja secara mandiri, berdua, atau berkelompok, jenis pekerjaan, jam kerja, media atau alat yang digunakan dalam bekerja, lokasi kerja dan seluruhnya berpengaruh terhadap penghasilan. Faktor demografis seperti usia dan jenis kelamin berhubungan dengan strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh individu dalam bekerja
No comments :
Post a Comment
muat komentar anda disini untuk membantu mengembangkan blog ini...