Monday, October 26, 2015

gagal jantung

GAGAL JANTUNG
PEMBAHASAN


A DEFINISI GAGAL JANTUNG
Gagal jantung adalah keadaan ketidakmampuan jantung sebagai pompa darah untuk memenuhi secara adekuat kebutuhan metabolisme tubuh.  Keadaan ini bisa di sebabkan oleh karena gangguan primer otot jantung atau beban jantung yang berlebihan atau kombinasi keduanya.
Untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, jantung yang bertindak sebagai pompa sentral akan memompa darah untuk mengantarkan bahan-bahan metabolisme yang di perlukan keseluruh jaringan tubuh dan mengangkut sisa-sisa metabolisme untuk dikeluarkan dari tubuh.

B.KLASIFIKASI GAGAL JANTUNG
      Gagal jantung merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang banyak di jumpai dan menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas utama baik di negara maju maupun di negara berkembang.  Gagal jantung di klasifikasikan menjadi:

1.Gagal jantung kiri
Gagal jantung kiri menyebabkan pengumpulan cairan di dalam paru-paru yang menyebabkan sesak nafas yang hebat pada awalnya sesak nafas hanya terjadi pada saat melakukan aktivitas,tetapi sejalan memburuknya penyakit ,sesak nafas juga akan timbul pada saat pederita tidak melakukan aktivitas.gagal jantung kiri berdampak pada:
a. Paru
b.Ginjal
c. Otak

2.  Gagal jantung kanan
Gagal jantung kanan cendrung mengakibatkan pengumpulan darah yang  mengalir kebagian kanan jantung. Hal ini menyebabkan pembengkakan di kaki,pergelangan kaki,tungkai,hati,dan paru,Penyebab gagal jantung kanan harus juga termasuk semua yang dapat menyebabkan gagal jantung kiri l gagal jantung kanan dapat berdampak pada:
a. Hati
b.Ginjal
c. Jaringan subkutis
d.                                          Otak
e. Sistem jaringan aorta

3        Gagal jantung kongestif
Gagal jantung kongestif dimaksud adalah suatu sindrom klinik yang disebabkan oleh berkurangnya volume pemompaan jantung untuk keperluan relatif tubuh,disertai hilangnya curah jantung dalammempertahankan aliran balik vena,

C,ETIOLOGI GAGAL JANTUNG
            Setiap penyakit yang mempengaruhi jantung dan sirkulasi darah dapat menyebabakan gagal jantung.beberapa poenyakit dapat mengenai otot jantung dan mempengaruhi kemampuanya untuk berkontraksi dan memompa darah. Penyebab paling sering adalah arteri koroner,yang menyebabakan berkurangnya aliran darah ke otot jantung dan bisa menyebabkan suatu serangan jantung.  Kerusakan otot jantung bisa disebabkan oleh:
1)      Miokarditis
2)      Diabetes
3)      Kelenjar tiroid yang terlalu kuat
4)      Kegemukan

Penyakit katup jantung bisa menyumbat aliran darah di antara ruang-ruang jantung atau diantara jantung dan arteri utama,  selain itu kebocoran katup jantung bisa menyababkan darah mengalir balik ketempat asalnya. Keadaa ini akan menyebabkan beban kerja otot jantung,yang padaakhirnya bisa melemahkan kekuatan kontraksi jantung
jantung Jika jantung harus kerja ekstra keras dalam waktu yang lama,maka otot-ototnya akan membesar,pada awalnya pembesaran ini pembesaran ini memungkinkan jantung untuk berkontraksi lebih kuat,tapi akhirnya jantung yang membesar dapat menybabkan berkurangnya kemampuan memompa jantung dan terjadilah gagal.



Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan jantung bekerja lebih berat. Jantung juga bekerja lebih berat jika harus mendorong darah melalui jalan keluar yang menyempit.
Penyebab yang lain adalah kekakuan pada perikardium,kekakuan ini menahalangi pengembangan jantung yang maksimal sehingga pengisian jantung juga menjadi tidak maksimal. Penyebab yang lain yang lebih jarang adalah penyakit pada bagian tubuh yang lain,sehingga jantung yang normalpun tidak mampu memnuhi peningkatan kebutuhan tersebut dan terjadilah gagal jantung.

D.PATOFISIOLOGI GAGAL JANTUNG
            Gagal jantung adalah bukan suatu keadaan klinis yang hanya melibatkan satu sistem tubuh melainkan suatu sindroma klinik akibat kelainan jantung sehingga jantung tidak mampu memompa memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Gagal jantung ditandai dengan satu respon hemodinamik,ginjal,saraf,dan hormonal yang nyata serta suatu keadaan patologik berupa oenurunan fungsi jantung. Respon pada jantung menimbulkan bebrapa mekanisme kompensasi yang bertujuan untuk meningkatkan volume darah,volume ruang jantung,tahanan pembuluh darah perifer dan hipertropi otot jantung. Kondisi ini juga menyebabkan aktivitas dari mekanisme kompensasi tubuh yang akut berupa penimbunan air dan garam oleh ginjal dan aktivasi sistem saraf adrenergik.kemampuan jantung untuk memompa darah guna memenuhi kebutuhan tubuh di tentukan oleh curah jantung yang di pengaruhi oleh tiga faktor yaitu:
1.      preload yang setara dengan isi diastolik akhir
2.      afterload yaitu jumlah tahanan total yang harus melawan ejeksi ventrikel
3.      kontraksi miokardium yaitu kemampunan intrinsik otot jantung untuk menghasilkan tenaga dan berkontraksi tanpa tergantung kepada preloadmaupun afterload serta frekuensi denyut jantung.

Pada awal gagal jantung,akibat CO yang rendah,didalam tubuh terjadi peningkatan aktivitas saraf simpatis dan sistem renin angiotensin aldosteron,serta pelepasan arginin vasopressin yang kesemuanya merupakan mekanisme kompensasi untuk mempertahankan tekanan darah yang adekuet. Penurunan kontraktilitas ventrkel akan diikuti penurunan curah jantung yang selanjutnya terjadi penurunan tekanan darah dan penurunan volune darah arteri yang efektif. Hal ini akan merangsang mekanisme kompensasi neurohumoral.

E.MANIFESTASI KLINIK GAGAL JANTUNG
            anifestasi klinis gagal jantung bervariasi,tergantung dari umur pasien,beratnya gagal jantung,etiologi penyakit jantung,ruang-ruang jantung yang terlibat,apakah kedua ventrikel mengalami kegagalan serta derajat gangguan penampilan jantung.
      Pasien dengan kelainan jantung yang dalam kompensasi karena pemberian obat gagal jantung,dapat menunjukan gejala akut gagal jantung bila dihadapkan kepada stress,misalnya penyakit infeksi akut.pada gagal jantung kiri atau gagal jantung ventrikel kiri yang terjadi karena adanya gangguan pemompaan darah oleh ventrikel kiri,biasanya ditemukan keluhan berupa perasaan badan lemah,berdebar-debar,sesak,batuk,anoreksia,keringat dingin.  Pada gagal jantung kanan yang dapat terjadi karena gangguan atau hambatan daya pompa ventrikel kanan sehingga isi sekuncup ventrkel kanan menurun, tanpa didahului oleh adanya gagal jantung kiri, biasanya gejala yang ditemukan berupa edema tumit dan tungkai bawah, hepatomegali, lunak dan nyeri tekan.  Bendungan pada vena perifer (vena jugularis), gangguan gastrointestinal dan asites.keluhan yang timbul berat badan bertambah akibat penambahan cairan badan, kaki bengkak, perut membuncit, perasaan tidak enak di epigastrium.
      Pada kasus akut, gejala yang khas ialah gejala edema paru yang meliputi:dyspnea, orthopnea, tachypnea, batuk-batuk dengan sputum berbusa, kadang-kadang hemoptisis, datambah gejala low output seperti:takikardi, hipotensi, dan oliguri beserta gejala-gejala penyakit penyebab atau pencetus lainya seperti keluhan angina pektoris pada infark miokard akut.  Apabila telah terjadi gangguan fungsi ventrikel yang berat,maka dapat ditemukan pulsus alternal. Pada keadaan yang sangat berat dapat terjadi syok kardiogenik.

E.DIAGNOSIS GAGAL JANTUNG
      Bayi dan anak yang menderita gagal jantung yang lama biasanya mengalami gangguan pertumbuhan.  Berat badan lebih terhambat daripada tinggi badan. Tanda yang penting adalah takikardi (150X/menit atau lebih saat istirahat), serta takipnea (50X/menit atau lebih saat istirahat).  Pada perikardium dapat teraba aktivitas jantung yang meningkat.
      Bising jantung sering ditemukan pada auskultasi, yang tergantung dari kelainan struktural yang ada. Terdapatnya irama derap merupakan penemuan yang berarti,khususnya pada neonatus dan bayi kecil. Ronki juga sering ditemukan pada gagal jantung.  Bendungan vena sistemik ditandai oleh peninggian tekanan vena jugular, serta refluks hepatojugular.  Kedua  tanda ini sulit diperiksa pada neonatus dan bayi kecil, tampak sianosis perifer akibat penurunan perfusi di kulit dan peningkatan ekstraksi oksigen jaringan ekstremitas teraba dingin, pulsasi perifer melemah, tekanan darah sistemik menurun disertai penurunan capillary refill dan gelisah.  Pulsus paradoksus (pirau kiri ke kanan yang besar), pulsus alternans (penurunan fungsi ventrikel stadium lanjut).  Bising jantung menyokong diagnosis tetapi tidak adanya bising jantung tidak dapat menyingkirkan bahwa bukan gagal jantung.  Untuk memperkuat diagnosis dilakukan pemeriksaan fisik, yang biasanya menunukan:
1.      Denyut nadi yang lemah dan cepat
2.      Tekanan darah yang menurun
3.      Bunyi jantung abnomal
4.      Pembesaran jantung
5.      Pembengkakan vena leher
6.      Caiaran di dalam paru-paru
7.      Pembesaran hati
8.      Penambahan berat badan yang cepat
9.      Pembengkakan perut atau tungkai

      Foto rontgen dada bisa menunjukan adanya pembesaran jantung dan pengumpulan cairan di dalam paru-paru.  Kinerja jantung seringkali dinilai melalui pemeriksaan ekokardiografi (menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan jantung) dan elektrokardiografi (menilai aktfits listrik dari jantung).

F. PENGOBATAN
            Pengobatan dilakukan agar penderita mersa lebih nyaman dalam melakukan berbagai aktivitas fisik, dan bisa memperbaiki kualitas hidupnya.  Pendekatanya dilakukan melalui 3 segi yaitu:
1.                                                Mengobati penyebab gagal jantung
a. pembedahan
    pembedahan bisa dilakukan untuk
1)      Memperbaiki penyempitan atau kebocoran pada katup jantung
2)      Memperbaiki hubungan abnormal diantara ruang-ruang jantung
3)      Memperbaiki penyumbatan arteri koroner
b.pemberian antibiotik
c.kombinasi obat-obatan, pembedahan dan terapi penyinaran terhadap kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
c.pemberian obat anti hiperte
      2.  Menghilangkan faktor yang memperburuk gagal jantung
                        Merokok, garam,kelebihan berat badan dan alkohol akan memperburuk gagal jantung.  Dianjurkan untuk bernenti merokok, melakukan perubahan pola makan, berhenti minum alkohol atau melakukan okahraga secara teratur untuk memperbaiki kondisi tubuh secara keseluruhan.  Untuk penderita gagal jantung yang berat, tirah baring selama beberapa hari merupakan bagian penting dalam pengobatan.
                        Penggunaan garam yang berlebihan dalam makanan sehari-hari bisa menyebabkan penimbunan cairan yang akan menghalangi pengobatan medis. Jumlah natrium dalam tubuh bisa dikurangi dengan membatasi pemakaian garam dapur, garam dalam masakan dan makanan yang asin.

1 comment :

muat komentar anda disini untuk membantu mengembangkan blog ini...