Monday, October 26, 2015

osmosis dan difusi

OSMOSIS DAN DIFUSI


A.    Konsep dasar Osmosis dan Difusi
  1. Osmosis merupakan faktor yang penting dalam terjadinya fisiologis. Dimana Osmosis adalah gaya dorong air yang dihasilkan oleh partikel-partikel zat terlarut didalamnya. Molekul pelarut bergerak  melalui membran ke arah zat pelarut yang lebih kental tidak merembes melalui membran.

Prinsip dasar osmosis dan tekanan osmotik :
Bila zat terlarut ditambahkan pada air murni, maka zat ini menurun konsentrasinya dalam campuran trsebut. Jadi, semakin tinggi konsentrasi zat terlarut dalam suatu larutan,maka semakin rendah konsentrasi airnya. Selanjutnya, cairan berdifusi dari regio dengan konsentrasi zat terlarut yang rendah (konsentrasi air tinggi) ke region yang mempunyai konsentrasi zat terlarut tinggi (konsentrasi air rendah).

  1. Difusi adalah gerakan-gerakan zarah (molekul ion) cenderung mengisi seluruh ruangan yang tersedia. Zarah yang ,larut dalam larutan selalu berada dalam gerakan yang acak-acakan ditempat dimana zarah padat itu banyak mengalami tubrukan, menyebar dari daerah konsentrasi tunggi ke daerah konsentrasi rendah sampai konsentrasi sama pada seluruh larutan.
Difusi melalui membrane sel dapat terjadi melalui difusi sederhana dan difusi yang dipermudah, yaitu :
    1. Difusi sederhana yaitu gerakan kinetic (mekanisme) molecular dari molekul atau ion terjadi melalui celah membrane atau ruang intermolecular tanpa perlu berikatan dengan protein pembawa dalam membrane.
    2. Difusi yang dipermudah yaitu suatu difusi yang membutuhkan interaksi antara molekul maupun ion dengan protein pembawa. Protein pembawa membantu lewatnya molekul dan ion melalui membrane dan melalui ikatan kimia sehingga molekul atau ion dapat keluar masuk membran

B.     Pengertian :
1.      Tekanan kapiler
Yaitu suatu tekanan yang terus-menerus yang cenderung memaksa cairan dan zat terlarut didalam untuk keluar mellalui pori-pori kapiler masuk ke dalam ruangan interstisial.
Prinsip tekanan kapiler : “ semakin kecil diameter kapiler, maka semakin besar tegangan yang menarik cairan tersebut”.
Tekanan kapiler mendorong cairan keluar melalui membrane kapiler.

2.      Tekanan osmotic koloid plasma
Yaitu suatu tekanan yang disebabkan oleh protein yang terlarut di dalam plasma dimana plasma tida mudah berdifusi ke dalam cairan interstisial. Oleh karena itu, konsentrasi protein di dalam plasma rata-rata hamper 3 kali konsentrasi di dalam cairan interstisial yaitu 7.3 gr/ 100 ml dadalam plasma dan 2 gr/ 100 ml didalam caiaran interstisial. Tekanan osmotic koloid plasma cenderung menimbulkan osmosis cairan ke dalam, melalui membrane kapiler. Nilai normal tekanan osmotic koloid plasma manusia adalah 28 mgHg.

3.      Tekanan hidrostatik cairan interstisial
Yaitu pengisian  tekanan cairan bebas interstisial diatas tingkat normal sebesar -6.3 mmHg meningkatkan aliran cairan interstisial ke dalam kapiler limfe dan akibatnya meningkatkan kecepatan aliran limfe. Pertambahan aliran tersebut memperbesar kapiler limfe karena tekanan cairan interstisial meningkat sampai lebih dari 0 mmHg. Pada titik ini kecepatan aliran mencapai maksimum.

4.      Tekanan osmotic koloid cairan interstisial
Yaitu suatu tekanan yang mempunyai ukuran pori-pori kapiler biasa lebih kecil dari pada ukuran molekul protein plasma. Sejumlah kecil protein plasma keluar ke dalam ruangan interstisial dan jumlah tambahan mungkin di transport oleh pinositosis. Konsentrasi protein cairan interstisial rata-rata hanya sedikit lebih dari pada 1/3 konsentrasi protein plasma, dimana tekanan osmotic kolod rata-rata untuk konsentrasi protein didalam cairan interstisial kira-kira 5 mmHg. Tekanan osmotic koloid caiaran interstisial cenderung menimbulkan osmosis cairan keluar melalui membran kapiler.

C.    Hemoglobin (Hb)
1.      Pengertian Hemoglobin
Yaitu protein berupa pigmen darah pembawa O2 yang kaya zat besi dan memiliki daya gabung terhadap O2 untuk membentuk Hb dalam sel darah merah. Dengan dimulainya fungsi ini maka O2 dibawa dari paru-paru ke dalam jaringan.
Fungsi Hemoglobin
Yaitu :
a.       Sebagai pengikat molekul O2 yang lebih mudah.
b.      Menyebabakan perbaikan molekul O2 dan membawa O2 dari paru ke jaringan.
c.       Peningkatan suhu.
d.      Peningkatan kadar DPG (Difosfogliserat).
e.       Penurunan konsentrasi CO2 dan membawa CO2 dari jaringan ke paru.

2.      Sintesis Hemoglobin
Dimulai dalam eritoblas sampai berlangsung pada tingkat normoblast dan retikulosit bagian hem (gabungan darah dari Hb) terutama disintesis dari asam asetat dan gliserin. Sebagian besar sintesis ini terjadi dalam mitokondria.
Langkah awal pembentukan senyawa pirol, selanjutnya 4 senyawa pirol (nama kimia asam) bersatu membentuk senyawa  protoproferin yang berikatan dengan besi membentuk molekul hem. Akhirnya, 4 molekul hem berikatan dengan 1 molekul globin. Suatu molekul globulin disintesis dalam ribosom reticulum endoplasma membentuk Hb.

3.      Katabolisme Hb
Hb yang dilepaskan dari sel sewaktu mereka pecah di fagosit segera oleh sel-sel retikulosit. Selama beberapa hari kemudian melepaskan nesi dari Hb kembali ke darah untuk digunakan kembali oleh bagian hem. Molekul Hb di ubah oleh retikuloendotel melalui berbagai tingkatan menjadi pigmen empedu, bilirubin yang dilepaskan ke dalam darah dan di sekresi oleh hati kedalam empedu.




DAFTAR PUSTAKA

Andrianto, Petrus.,1995.,Guyton Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit.,Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Stephen,Bresnick.,2003.,Intisari BIOLOGI.,Jakarta: Hipokrates.
Syaifuddin.,2002., Fisiologi Sistem Tubuh Manusia., Jakarta : Widya Medika
http://www.blogdokter.net






No comments :

Post a Comment

muat komentar anda disini untuk membantu mengembangkan blog ini...