OSMOSIS
DAN DIFUSI
A.
Konsep dasar Osmosis dan Difusi
- Osmosis merupakan faktor yang penting dalam terjadinya fisiologis. Dimana Osmosis
adalah gaya dorong air yang dihasilkan oleh partikel-partikel zat terlarut didalamnya.
Molekul pelarut bergerak melalui
membran ke arah zat pelarut yang lebih kental tidak merembes melalui membran.
Prinsip dasar osmosis dan tekanan osmotik :
Bila zat terlarut ditambahkan
pada air murni, maka zat ini menurun konsentrasinya dalam campuran trsebut.
Jadi, semakin tinggi konsentrasi zat terlarut dalam suatu larutan,maka semakin
rendah konsentrasi airnya. Selanjutnya, cairan berdifusi dari regio dengan
konsentrasi zat terlarut yang rendah (konsentrasi air tinggi) ke region yang
mempunyai konsentrasi zat terlarut tinggi (konsentrasi air rendah).
- Difusi
adalah gerakan-gerakan zarah (molekul ion) cenderung mengisi seluruh
ruangan yang tersedia. Zarah yang ,larut dalam larutan selalu berada dalam
gerakan yang acak-acakan ditempat dimana zarah padat itu banyak mengalami
tubrukan, menyebar dari daerah konsentrasi tunggi ke daerah konsentrasi
rendah sampai konsentrasi sama pada seluruh larutan.
Difusi melalui membrane sel
dapat terjadi melalui difusi sederhana dan difusi yang dipermudah, yaitu :
- Difusi
sederhana yaitu gerakan kinetic (mekanisme) molecular dari molekul atau
ion terjadi melalui celah membrane atau ruang intermolecular tanpa perlu
berikatan dengan protein pembawa dalam membrane.
- Difusi
yang dipermudah yaitu suatu difusi yang membutuhkan interaksi antara
molekul maupun ion dengan protein pembawa. Protein pembawa membantu
lewatnya molekul dan ion melalui membrane dan melalui ikatan kimia
sehingga molekul atau ion dapat keluar masuk membran
B.
Pengertian :
1.
Tekanan kapiler
Yaitu suatu tekanan yang terus-menerus yang cenderung
memaksa cairan dan zat terlarut didalam untuk keluar mellalui pori-pori kapiler
masuk ke dalam ruangan interstisial.
Prinsip tekanan kapiler : “ semakin kecil diameter
kapiler, maka semakin besar tegangan yang menarik cairan tersebut”.
Tekanan kapiler mendorong cairan keluar melalui membrane
kapiler.
2.
Tekanan osmotic koloid plasma
Yaitu suatu tekanan yang disebabkan oleh protein yang
terlarut di dalam plasma dimana plasma tida mudah berdifusi ke dalam cairan
interstisial. Oleh karena itu, konsentrasi protein di dalam plasma rata-rata
hamper 3 kali konsentrasi di dalam cairan interstisial yaitu 7.3 gr/ 100 ml dadalam
plasma dan 2 gr/ 100 ml didalam caiaran interstisial. Tekanan osmotic koloid plasma cenderung
menimbulkan osmosis cairan ke dalam, melalui membrane kapiler. Nilai normal tekanan
osmotic koloid plasma manusia adalah 28 mgHg.
3.
Tekanan hidrostatik cairan interstisial
Yaitu pengisian
tekanan cairan bebas interstisial diatas tingkat normal sebesar -6.3
mmHg meningkatkan aliran cairan interstisial ke dalam kapiler limfe dan
akibatnya meningkatkan kecepatan aliran limfe. Pertambahan aliran tersebut
memperbesar kapiler limfe karena tekanan cairan interstisial meningkat sampai
lebih dari 0 mmHg. Pada titik ini kecepatan aliran mencapai maksimum.
4.
Tekanan osmotic koloid cairan interstisial
Yaitu suatu tekanan yang mempunyai ukuran pori-pori
kapiler biasa lebih kecil dari pada ukuran molekul protein plasma. Sejumlah
kecil protein plasma keluar ke dalam ruangan interstisial dan jumlah tambahan
mungkin di transport oleh pinositosis. Konsentrasi protein cairan interstisial
rata-rata hanya sedikit lebih dari pada 1/3 konsentrasi protein plasma, dimana
tekanan osmotic kolod rata-rata untuk konsentrasi protein didalam cairan interstisial
kira-kira 5 mmHg. Tekanan osmotic koloid caiaran interstisial cenderung
menimbulkan osmosis cairan keluar melalui membran kapiler.
C. Hemoglobin (Hb)
1.
Pengertian Hemoglobin
Yaitu protein berupa pigmen darah pembawa O2 yang kaya
zat besi dan memiliki daya gabung terhadap O2 untuk membentuk Hb dalam sel
darah merah. Dengan dimulainya fungsi ini maka O2 dibawa dari paru-paru ke
dalam jaringan.
Fungsi Hemoglobin
Yaitu :
a.
Sebagai pengikat molekul O2
yang lebih mudah.
b.
Menyebabakan perbaikan molekul
O2 dan membawa O2 dari paru ke jaringan.
c.
Peningkatan suhu.
d.
Peningkatan kadar DPG
(Difosfogliserat).
e. Penurunan
konsentrasi CO2 dan membawa CO2 dari jaringan ke paru.
2.
Sintesis Hemoglobin
Dimulai dalam eritoblas sampai berlangsung pada tingkat
normoblast dan retikulosit bagian hem (gabungan darah dari Hb) terutama
disintesis dari asam asetat dan gliserin. Sebagian besar sintesis ini terjadi
dalam mitokondria.
Langkah awal pembentukan senyawa pirol, selanjutnya 4
senyawa pirol (nama kimia asam) bersatu membentuk senyawa protoproferin yang berikatan dengan besi
membentuk molekul hem. Akhirnya, 4 molekul hem berikatan dengan 1 molekul
globin. Suatu molekul globulin disintesis dalam ribosom reticulum endoplasma
membentuk Hb.
3.
Katabolisme Hb
Hb yang dilepaskan dari sel sewaktu mereka pecah di
fagosit segera oleh sel-sel retikulosit. Selama beberapa hari kemudian
melepaskan nesi dari Hb kembali ke darah untuk digunakan kembali oleh bagian
hem. Molekul Hb di ubah oleh retikuloendotel melalui berbagai tingkatan menjadi
pigmen empedu, bilirubin yang dilepaskan ke dalam darah dan di sekresi oleh
hati kedalam empedu.
DAFTAR PUSTAKA
Andrianto, Petrus.,1995.,Guyton Fisiologi Manusia dan Mekanisme
Penyakit.,Jakarta :
Buku Kedokteran EGC.
Stephen,Bresnick.,2003.,Intisari BIOLOGI.,Jakarta : Hipokrates.
Syaifuddin.,2002., Fisiologi Sistem Tubuh Manusia., Jakarta : Widya Medika
http://www.blogdokter.net
No comments :
Post a Comment
muat komentar anda disini untuk membantu mengembangkan blog ini...