Tuesday, October 27, 2015

relaksasi


RELAKSASI


Relaksasi adalah suatu cara untuk menenangkan fisik, pikiran dan jiwa dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari.

Relaksasi, baik itu yang berwujud kegiatan fisik (mulai dari yang ringan seperti yoga, tai-chi, medium-berat - seperti aerobic, sampai yang berat berenang, squash, mendaki gunung), kegiatan kreatif seperti melukis, fotografi, menghias keramik, membuat kerajinan dari beads, relaksasi progresif nya Edmund Jacobson atau autogenic training nya Dr. Schulz yang bersumberkan pada auto-hypnotic, dan mengutamakan keheningan suasana untuk mendengarkan gerakan-gerakan yang terjadi di tubuh kita, sampai dengan meditasi atau relaxation response; dapat menjadi pelarian, jalan keluar (atau apapun kita menyebutnya) dari tekanan-tekanan (mental, psikologis) ataupun kewajiban sehari-hari. 

Relaksasi adalah teknik yang dapat digunakan semua orang untuk menciptakan mekanisme batin dalam diri seseorang dengan membentuk pribadi yang baik, menghilangkan berbagai bentuk pikiran yang kacau akibat ketidak berdayaan seseorang dalam mengendalikan ego yang dimilikinya, mempermudah seseorang mengontrol diri, menyelamatkan jiwa dan memberikan kesehatan bagi tubuh

Relaksasi adalah suatu kegiatan positif yang dapat memberikan rasa nyaman dan puas. Relaksasi adalah cara untuk melupakan sejenak kecemasan-kecemasan kita
atau mengistirahatkan pikiran kita dengan cara menyalurkan kelebihan energi atau ketegangan (psikis) kita melalui suatu kegiatan yang menyenangkan.   
Relaksasi termudah adalah jika kita tahu kegiatan apakah yang dapat menimbulkan rasa senang, rasa lepas, dan rasa puas untuk diri kita. Hal itu mungkin dapat berupa menghabiskan waktu dengan duduk bersama anak-anak atau pasangan, membaca buku, bermain gitar, piano, atau sekedar menonton film, wayang kulit, drama.
Kegiatan fisik biasanya dapat meningkatkan kebugaran (fisik dan psikis), mengatasi kelesuan (fatigue), kesulitan tidur (insomnia) ataupun mengurangi depresi. Namun bagi sebagian orang yang justru merasa tidak relaxs kalau melakukan kegiatan fisik, maka complete relaxation adalah alternatifnya. Dengan complete relaxation, semua stimulus yang berasal dari luar dirinya untuk sementara diistirahatkan sehingga baik fisik, pikiran maupun psikis dapat juga ikut beristirahat.  Menjadikan relaksasi salah satu kegiatan harian yang rutin dan menjadi bagian dari gaya hidup (life style) akan dapat memberikan energi tambahan untuk terus berjalan di tengah hiruk pikuknya kehidupan modern. Yang diperlukan adalah sedikit waktu dan kesungguhan hati (commitment). Pilih cara atau metode relaksasi yang dirasa paling cocok dan jalani itu secara rutin dan teratur. Semakin sering kita melakukan relaksasi, akan semakin relax diri (psikis) kita. Semakin relax, insya Allah semakin panjang juga usia kita.  Setengah jam sehari untuk diri sendiri adalah bukan pengorbanan (waktu) yang besar, terutama jika dibandingkan dengan manfaat yang akan kita peroleh melalui relaksasi.
Metode dasar relaksasi
metode dasar relaksasi adalah suatu proses melawan efek otonomis yang menyertai rileksasi dengan kecemasan dan ketegangan sehingga akan menimbulkan counter conditioning atau penghilangan.

Manfaat relaksasi
ü  Mampu meningkatkan kesehatan secara umum dengan mempelancar proses metabolisme tubuh, laju denyut jantung, peredaran darah, dan mengatasi berbagai macam problem penyakit
ü  Mendorong racun dan kotoran dalam darah keluar dari tubuh
ü  Menurunkan tingkat agretifitas dan perilaku-perilaku buruk dari dampak stres seperti mengkonsumsi alkohol serta obat-obat terlarang
ü  Menurunkan tingkat egosentris ehingga hubungan intra personal ataupun interpersonal menjadi lancar
ü  Mengurangi kecemasan
ü  Pada anak-anak dapat meningkatkan intelegency meliputi karakter kognitif, matematis, logis, serta karakter afektif, relational, kreatif dan emosional
ü  Meningkatkan rasa harga diri dan keyakinan diri
ü  Pola pikir akan menjadi lebih matang
ü  Mampu mempermudah dalam mengendalikan diri
ü  Mengurangi stres secara keseluruhan, meraih kedamaian dan keseimbangan emosional yang tinggi
ü  Meningkatkan kesejahteraan

JENIS-JENIS RELAKSASI
Ada bermacam-macam jenis relaksasi antara lain relaksasi otot, relaksasi kesadaran indera, dan relaksasi melalui hipnosa, yoga, dan meditasi. Berikut ini akan di uraikan satu-persatu mengenai relaksasi diatas

1.      Relaksasi Otot
Relaksasi otot bertujuan untuk mengurangi ketegangan dengan cara melemaskan badan. dalam latihan relaksasi otot individu diminta menegangkan otot dengan ketegangan tertentu dan kemudian diminta untuk mengendurkannya. Sebelum dikendorkan penting dirasakan ketegangan tersebut sehingga individu dapat membedakan antara otot tegang dengan otot yang lemas. Relaksasi otot dibagi menjadi tiga antara lain :
v  Relaksasi via Tension-relaxation
Dalam metode ini individu diminta untuk menegangkan dan melemaskan masing-masing otot, kemudian diminta merasakan dan menikmati perbedaan antara otot tegang dengan otot lemas. Disini individu diberitahu bahwa fase menegangkan akan membantu dia lebih menyadari sensasi yang berhubungan dengan kecemasan dan sensasi-sensasi tersebut bertindak sebagai isyarat atau tanda untuk melemaskan ketegangan. Individu dilatih untuk melemaskan otot-otot yang tegang dengan cepat seolah-olah mengeluarkan ketegangan dari badan, sehingga individu akan merasa rileks
v  Relaxation-Via Letting Go
Metode ini bertujuan untuk memperdalam relaksasi. Setelah individu berlatih relaksasi pada semua kelompok otot tubuhnya, maka langkah selanjutnya adalah latihan relaksasi via letting go. Pada face ini individu dilatih untuk lebih menyadari dan merasakan rileksasi. Individu dilatih untuk menyadari ketegangannya dan berusaha sedapat mungkin untuk mengurangi serta menghilangkan ketegangan tersebut. Dengan demikian individu akan lebih peka terhadap ketegangan dan lebih ahli dalam mengurangi ketegangan.

v  Deffrential Relaxation
Deffrential relaxation merupakan salah satu penerapan ketrampilan progresif. Pada waktu individu melakukan sesuatu bermacam-macam kelompok otot menjadi tegang. otot yang diperlukan untuk melakukan aktifitas tertentu sering lebih tegang daripada yang seharusnya (ketegangan yang berlebih) dan otot lain yang tidak diperlukan untuk melakukan aktifitas juga menjadi tegang selama aktifitas berlangsung. oleh karena itu untuk merilekskan otot yang tegangannya berlebihan dan otot yang tidak perlu tegang, pada waktu individu melakukan aktifitas tersebut dapat digunakan relaksasi defferential

2.      Relaksasi Kesadaran Indera
Dalam teknik ini individu dapat diberi satu-persatu seri pertanyaan yang tidak dijawab secara lisan tetapi untuk dirasakan sesuai dengan apa yang dapat atau tidak dapat dialami individu pada waktu intruksi diberikan. Pengembangan teknik dapat mengacu pada teori Golfried

3.      Relaksasi melalui Hipnosa, Yoga, dan Meditasi
Metode ini merupakan suatu tehnik latihan yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran yang selanjutnya membawa proses mental lebih terkontrol secara dasar. Selanjutnya tujuan dari latihan ini ada dua yaitu pertama agar seseorang dapat memiliki insight yang paling dalam tentang proses mental didalamnya, insight tentang kesadaran identitas dan realitas; kedua seseorang memperoleh perkembangan kesejahteraan psikologis dan kesadaran yang optimal. Berikut ini akan diperinci mengenai penjelasan teori di atas

v  Hipnosa
hipnosa adalah kondisi yang menyerupai tidur lelap tapi lebih aktif, saat seseorang memiliki sedikit keinginan tahu dari dirinya dan bertindak menurut sugesti dari orang yang menyebabkan terjadinya kondisi tersebut. Hipnosa adalah sebuah teknik yang lebih dikenal luas tetapi masih kurang dipahami, hipnosa didefinisikan sebagai suatu kesadaran yang berubah secara semu dimunculkan dan dicerna oleh meningkatnya penerimaan terhadap sugesti
v  Yoga
Pengertian Yoga  sistem filsafat agama hindu yang memerlukan disiplin fisik dan mental intens sebagai cara mencapai kesatuan dengan ruh universal. Yoga adalah sebuah sistematika baru yang mampu menjelaskan manusia secara utuh, bagaimana menjalani hidup secaraberimbang serta bagaimana cara bertahan hidup jika tidak ada keseimbangan.
v  Meditasi
Dewasa ini meditasi banyak digunakan dalam banyak hal. Ada yang melaksanakan meditasi untuk mendapatkan kedamaian dan kekuatan jiwa. ada yang melakukan pengendalian diri, ada yang untuk mendapatkan kekuasaan atas orang lain, bahkan ada hanya untuk mendapatkan ketenangan, atau rileksasi setelah keseharian kerja. istilah meditasi dikenal luas baik di Indonesia maupun di manca negara, baik orang awam maupun ilmiah. Bahkan praktek meditasi telah banyak menyebar  luas keseluruh lapisan masyarakat, akan tetapi banyak orang yang belum memahami tentang meditasi itu sendiri. Banyak diantara mereka yang mempersepsikan meditasi dengan ritual agama tertentu saja, bahkan ada pula yang mengkaitkan meditasi dengan praktek-pratek perdukunan dan klenik. untuk itulah dalam hal ini akan diperinci mengenai pengertian dan istilah meditasi tanpa dikaitkan dengan masalah keagamaan atau dunia paranormal.

Meditasi adalah suatu teknik latihan dalam meningkatkan kesadaran, dengan membatasi kesadaran pada satu objek stimulasi yang tidak berubah pada waktu tertentu untuk mengembangkan dunia internal atau dunia batin seseorang sehingga menambah kekayaan makna hidup  baginya.
Ada berbagai macam jenis meditasi, dibawah ini akan disajikan beberapa teknik dengan menggunakan objek tertentu, yaitu meditasi dengan menghitung pernafasan, meditasi pernafasan, meditasi suara, meditasi visual, meditasi gelembung pikiran, meditasi dengan mantra.Berikut ini adalah rincian tentang meditasi-meditasi tersebut:
1.      Meditasi Menghitung Pernafasan
Disini seseorang bermeditasi dengan menghitung keluar masuknya pernafasan dari hidung. Beberapa ahli mensarankan hitungan yang berbeda. ada yang menghitung dari satu samapai empat saja kemudian di ulang lagi. Ada juga yang mensarankan menghitung sampai sepuluh. Bahkan ada yang menyarankan ketika menarik nafas sekali  dan kemudian mengeluarkan termasuk hitungan kesatu, begitu seterusnya. Pada dasarnya semuanya benar dan yang perlu digaris bawahi adalah tujuan utama meditasi ini adalah memperhatikan hitungan, bukan menghitung itu sendiri
2.      Meditasi Pernafasan
Pada meditasi ini, pusat perhatian diarahkan pada kegiatan pernafasan itu sendiri dan bukan pada kegiatan menghitung. Jadi seseorang terus menerus secara sadar memperhatikan keluar masuknya udara lewat hidung.
3.      Meditasi Suara
Objek yang dijadikan pusat perhatian dalam meditasi ini adalah suara, baik yang ada dalam diri maupun yang ada disekitar.  Meditasi ini sering juga disebut meditasi penyadapan suara
4.      Meditasi Visual (Visual Meditation)
Dalam meditasi visual ini, seorang harus memilih satu objek sebagai stimulus untuk memusatkan perhatian.
5.      Meditasi Gelembung Pikiran
Meditasi ini juga disebut sebagai penyadapan pikiran, karena dilaksanakan dengan memperhatikan pikiran-pikiran yang muncul. Pikiran-pikiran itu bisa diibaratkan sebagai gelembung-gelembung yang muncul dari air ketika air diberi sabun. Disini seseorang diminta memperhatikan gelembung-gelembung yang muncul dan naik ke udara kemudian hilang. Kadang kalanya tidak hanya pikiran yang muncul,tetapi juga perasan atau sensasi tubuh.

6.      Meditasi dengan Mantra
Ini adalah bentuk meditasi yang banyak dilakukan orang. Mantra disini diartikan sebagai suatu frasa atau kata yang dibaca berulang-ulang (wirid atau dzikir dalam agama Islam). Meditasi ini biasanya memang lebihbaik kalau dilakukan dengan mengikuti satu ajaran agama tertentu. Misalnya orang Islam menggunakan kata ALLAH, orang Hindu menggunakn kata OM, dan sebagainya

PROSEDUR UMUM PELAKSANAAN TEHNIK RELAKSASI
Ada beberapa tahap yang harus dipertimbangkan dalam relaksasi
1.      Tahap Persiapan
Sebelum memulai relaksasi ada yang perlu diperhatikan antara lain adalah lingkungan fisik (psycal setting) sehingga individu dapat berlatih dengan tenang. Lingkungan fisik tersebut antara lain :
a.       Kondisi Ruangan
Kondisi ruangan yang digunakan harus tenang, segar, dan nyaman. Untuk menghindari dan mengurangi cahaya dari luar sebaiknya jendela dan pintu ditutup. Penerangan ruangan sebaiknya remang-remang saja dan dihindari adanya sinar langsung yang mengenai mata individu
b.      Kursi
Dalam latihan relaksasi perlu digunakan kursi yang dapat memudahkan individu untuk menggerakan otot dengan kosentrasi penuh. Berdasarkan pengalaman yang ada dengan menggunakan kursi malas, sofa, dan kursi yang ada sandarannya akan mempermudah individu dalam melakukan relaksasi. Latihan rileksasi dapat juga dilakukan dengan berbaring ditempat tidur
c.       Pakaian
Pada waktu rileksasi sebaiknya gunakan pakaian yang longgar, dan hal-hal yang menganggu jalannya relaksasi (kacamata, jam tangan, gelang, sepatu dan ikat pinggang) dilepas terlebih dahulu



2.      Tahap latihan
Selain lingkungan fisik, juga perlu kiranya dipersiapkan diri individu yang akan dilatih. Berikut ini adalah prosedur yang dapat dilakukan antara lain :
a.       Belajar untuk tegang dan rileks
b. selama fase permulaan latihan rileksasi paling sedikit 30 Menit setiap hari dan selama fase tengah atau fase lanjut dapat dilaksanakan selama 15 atau 20 menit. Latihan ini dapat dilakukan dua atau tiga kali setiap minggu. jumlah ini tergantung pada keadaan individu dan strestor yang dialami dalam kehidupannya.
c.  Ketika latihan harus di obsearvasi bamhwa bermacam-macam otot secara sistematis tegang dan rileks. Ketegangan harus dikendorkan segera dan tidak boleh pelan-pelan.
d. Dalam proses latihan rileksasi yang penting individu dapat membedakan perasaan tegang dan rileks pada otot-otot yang ditegangkan (merilekskannya) dan selalu memonitoring perasaan-perasaan tersebut.
e.  Setelah semua otot rileks penuh, apabila individu mengalami ketidak enakan sebaiknya kelompok otot itu tidak digerakan meskipun individu itu merasa bebas bergerak dalam posisinya
f.  Tertidur dalam latihan ini harus dihindari karena tujuan relaksasi adalah untuk rileks sementara tapi masih dalam kondisi sadar (terjaga) kecuali relaksasi untuk mengatasi penyakit imsomnia
g. Perlu diketahui kemampuan rileks dapat bervariasi dari hari ke hari. Mungkin pada suatu saat dapat dicapai relaksasi yang mendalam, akan tetapi pada hari lain tidak. Hal tersebut tergantung pada keadaan fisiologis dan psikologis saat itu
h. Pada waktu belajar relaksasi, mungkin individu akan mengalami perasaan yang tidak umum, misalnya gatal-gatal pada jari, sensasi yang mengambang di udara, perasaan berat pada bagian-bagian tubuh, kontraksi otot yang tiba-tiba dan sebagainya. Apabila sensasi-sensasi tersebut dialami maka tidak perlu takut karena sensasi-sensasi tersebut merupakan petunjuk adanya relaksasi, akan tetapi  jika seandainya perasaan itu dapat diatasi dengan membuka mata, maka berafaslah dengan sedikit lebih dalam serta pelan-pelan dan mengonsentrasikan seluruh badan kemudian latihan relaksasi dapat diulangi
i.   Pada waktu relaksasi individu tidak perlu takut kehilangan kontrol karena ia tetap dalam kontrol dasar. Untuk memperoleh kontrol diri sendiri dapat dilakukan dengan cara membiarkan segala sesuatu terjadi sebagaimana orang mengambang di atas air, supaya dapat mengambang di atas air dengan efektif, maka ia harus diam saja dan membiarkan daya hanyut alami tubuhnya berinteraksi dengan daya tarik air
j.   Di anjurkan latihan ini dilakukan tidak dalam waktu satu jam sebelum tidur karena dalam latihan relaksasi ada kecenderungan untuk relaksasi akan lebih efektif dilakukan sebagai metode kontrol diri.


LANGKAH-LANGKAH TEKNIK RELAKSASI PERNAFASAN:
·         Langkah Pertama:
Posisi : duduk tegak, tidak ada gerakan fisik, mata terpejam. Telapak tangan menutup dan menempel di atas paha.
Nafas : bernafas Teknik gabungan, normal sewajarnya.
Waktu : 5 – 10 menit.
Setelah duduk tegak dan memejamkan mata dengan perlahan, mulailah dengan mengendurkan seluruh otot tubuh Anda. Mulai dari otot leher dan bahu, lemaskan secara perlahan-lahan. Setelah itu cobalah ke bagian tubuh lain yang masih tegang. Mulailah mengeksplorasi setiap bagian tubuh dengan visualisasi pikiran, dari ujung jari kaki naik perlahan ke atas sampai ke ubun-ubun kepala. Mata Anda tetap terpejam dengan rileks. Setelah seluruh tubuh terasa kendur, lemas dan nyaman; nikmatilah posisi tersebut beberapa saat dan tenangkan nafas, lambatkan ritmenya tanpa ada penahanan sama sekali. Usahakan seluruh tubuh Anda merasa nyaman.


·         Langkah Ke dua:
Posisi : duduk tegak, tidak ada gerakan fisik, mata terpejam. Telapak tangan membuka, punggung tangan menempel di atas paha.
Nafas : bernafas Teknik gabungan, normal sewajarnya.
Waktu : 5 – 10 menit.
Posisi seperti yang Anda lakukan di Langkah Pertama, tetapi posisi telapak tangan membuka ke atas dengan punggung tangan menempel di paha. Rasakan saja dengan seluruh bagian tubuh Anda; suasana, situasi ataupun kondisi ruangan tempat Anda sedang berlatih. Setelah seluruh tubuh Anda merasa nyaman, arahkan perhatian ke pusat telapak tangan yang terbuka. Rasakan sensasi atau getaran atau apapun itu, yang terjadi di telapak tangan.

·         Langkah Ke tiga:
Posisi : berdiri tegak, mata terpejam, kedua tangan di samping tubuh.
Nafas : bernafas Teknik gabungan, normal sewajarnya.
Waktu : 5 – 10 menit.
Setelah posisi berdiri Anda terasa enak dan nyaman, tempatkan sebagian perhatian anda pada kedua belah tangan, mulai dari bahu perlahan turun ke lengan atas, siku sampai lengan bawah dan akhirnya telapak tangan. Arahkan perhatian pada pusat telapak tangan. Setelah beberapa saat mungkin Anda akan merasakan suatu sensasi di telapak tangan atau getaran di lengan dan bahu. Ikuti saja bila getaran atau tenaga tersebut akhirnya mengangkat lengan naik perlahan, kemudian turun lagi. Ikuti terus getaran atau sensasi lainnya yang mengangkat lengan Anda tanpa tenaga otot itu. Terangkat dengan sendirinya, bukan atas kemauan Anda. Bila Anda tergolong orang yang kurang peka sehingga tidak merasakan apa-apa, tenang dan rileks saja terus. Hal ini tidak berarti Anda gagal atau tidak mendapatkan manfaat dari latihan ini. Latihan ini bukan sekedar fisik, tetapi juga olah pikiran dan jiwa.

·         Langkah Ke empat:
Posisi : berdiri tegak, mata terpejam, telapak tangan saling berhadapan di depan dada tetapi tidak bersentuhan (ada jarak).
Nafas : bernafas Teknik gabungan, normal sewajarnya.
Waktu : 5 – 10 menit.
Setelah posisi Anda nyaman, tempatkan sebagian perhatian anda pada kedua tangan, mulai bahu perlahan turun ke lengan, siku sampai lengan bawah & kemudian telapak tangan. Arahkan perhatian Anda pada pusat telapak tangan. Setelah beberapa saat mungkin Anda akan merasakan sensasi atau getaran tenaga pada telapak tangan. Bila sensasi atau getaran tenaga pada telapak tangan terasa menggerakkan tangan anda, ikuti saja gerakannya, jangan dilawan. Ikutilah terus gerakan tangan anda tanpa tenaga otot tersebut.Berikut adalah teknik terbaru yang dapat Anda gunakan kapan saja dan di mana saja untuk mengurangi ketegangan dalam hidup Anda.

1.      Meditasi 
Meditasi tidak hanya berarti menempatkan diri Anda pada posisi yang nyaman dan menghela napas  selama satu jam. Menurut Herbert Benson, MD, Setiap kegiatan yang dilakukan berulang-ulang dapat menjadi sumber meditasi. Kegiatan ini bisa meliputi berjalan, berenang, melukis, merajut, kegiatan yang membuat Anda memusatkan pikiran pada kejadian yang sedang berlangsung. Ketika Anda  mendapati bahwa Anda  sedang memikirkan pekerjaan Anda , hubungan Anda dengan orang lain, atau daftar pekerjaan yang harus Anda lakukan seumur hidup, para ahli menyarankan Anda untuk menghilangkan semua pikiran-pikiran ini dan mengarahkan pikiran Anda pada kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan berulang-ulang. Cobalah melakukannya selama 5 sampai 10 menit dalam sehari dan Anda akan melihat tingkat stress akan menurun.

2.      Buat diri Anda dalam posisi relaks 
Apakah pikiran Anda terlalu sibuk untuk bermeditasi? Cobalah visualisasikan suatu situasi yang damai. Anda bisa memulainya dengan memvisualisasikan sesuatu yang bisa membuat Anda beralih dari ketegangan yang sedang Anda alami.  Mungkin dengan membayangkan lokasi wisata, pulau fantasy, rumah di Pondok Indah atau sesuatu yang dapat disentuh seperti mencoba merasakan pakaian sutra favorit Anda atau sweater yang nyaman. Hal ini untuk mengalihkan pikiran Anda dari stres dan menimbulakan rasa nyaman.

3.      Tarik napas  dalam-dalam 
Saat stres melanda, ubah cara Anda bernapas. Cobalah teknik : hembuskan napas kuat-kuat, jatuhkan dada Anda dan keluarkan napas pelan-pelan melalui mulut. Kemudian bayangkan bahwa Anda memiliki tenaga penuh. Pusatkan pikiran Anda ketika menarik dan menghembuskan napas. Tarik napas dan keluarkan napas, tarik napas lagi ketika Anda menurunkan dada Anda. Ulangi selama 10 kali, Anda akan semakin merasa relaks setiap waktu.

4.      Lihat ke sekeliling Anda 
Berpikir secara penuh (mindfulness) adalah pendekatan yang terbaru untuk membuat hidup Anda lebih kaya dan lebih bermakna. Mindfulness berarti fokus pada satu kegiatan dalam satu waktu. Lupakan berbagai hal dalam sekali waktu, tetap fokus pada kejadian yang sedang terjadi sehingga bisa membuat Anda relaks dan menghilangkan segala kecemasan serta depresi. Anda bisa melakukannya dengan fokus pada keadaan di sekeliling Anda, nikmatilah bentuk dan warna bunga-bunga, dengarkan nyanyian burung. Di mall, lihatlah detail-detail baju yang dipajang, perhatikan seuntai perhiasan dan pusatkan pikiran Anda mengenai cara pembuatannya. Sepanjang Anda memfokuskan pikiran pada sesuatu yang ada di depan Anda, stress akan berkurang.

5.      Minumlah air hangat 
Jika Anda penggemar kopi, cobalah ganti dengan teh hijau karena kopi meningkatkam hormon stres sedangkan teh hijau menawarkan kesehatan dan kecantikan. Teh chamomile baik untuk menenangkan pikiran dan menurunkan kadar stres. teh hitam juga salahn satu penyerang stres.


TEKNIK RELAKSASI MENGATASI STRES
Apakah Relaksasi?Relaksasi adalah satu bentuk aktivitas yang boleh membantu mengatasi stres. Teknik relaksasi ini melibatkan pergerakan anggota badan secara mudah dan boleh dilakukan di mana-mana saja. Teknik ini boleh dilakukan dalam dua cara sama ada berbaring ataupun duduk di kursi. Bagi anda yang tidak mempunyai waktu luang, anda boleh melakukannya di kerjaan dalam keadaan duduk di kursi. Teknik relaksasi ini hanya mengambil waktu 20 menit saja. Persediaan untuk melakukan teknik relaksasi ini


1.      Pastikan anda dalam keadaan tenang dan santai (rileks).
2.      Pilih waktu dan tempat yang sesuai. (duduk di kursi jika anda di kerjaan atau di rumah).
3.      Bagi yang beragama Islam, anda boleh melakukan teknik relaksasi ini sambil membaca doa, berzikir atau sholawat ke atas junjungan besar Nabi Muhammad S.A.W.

Langkah-langkah melakukan teknik relaksasi

Permulaan   :
Luruskan kedua-dua belah kaki.
Rapatkan tangan di sisi badan. Tutup mata dan kosongkan fikiran selama kira-kira 2 menit. Sambil itu, anda boleh berdoa dalam hati seperti “Ya Allah, tenangkan aku” Dahi
v  Kerutkan dahi dengan mengangkat kedua-dua kening ke atas. Rasakan ketegangan pada otot dahi. Sambil itu, baca “Ya Allah, tenangkanlah aku”. Lakukan dalam arah bertentangan dengan mengerutkan dahi dan kening mengarah ke bawah.

Mata
Tutup mata. Baca “Ya Allah, tenangkanlah aku”. Rasakan ketegangan sekitar otot mata. Buka mata dan rasakan kelegaannya.

Rahang
Tekan rahang dengan kemas dan ketap gigi serapatnya. Niatkan “Ya Allah, tenangkanlah aku”. Rasakan ketegangannya. Perlahan-lahan buka ketapan gigi dan rahang.

Bibir
Ketap bibir dengan rapat. Baca “Ya Allah, tenangkanlah aku”. Perlahan-lahan lepaskan dan rasakan ketegangannya

Kepala
Dongakkan kepala ke atas sehingga rasa ketegangan pada otot leher. Baca doa “Ya Allah, tenangkanlah aku”. Tegakkan kembali kepala dan rasakan kelegaan pada otot leher.
* Dongakkan kepada ke bawah dan rasakan ketegangan pada otot belakang leher. Baca doa “Ya Allah, tenangkanlah aku”. Perlahan-lahan otot belakang leher.
* Lentukkan kepala perlahan-lahan ke kanan. Tahan sebentar dan rasakan ketegangan
pada otot leher. Sambil itu, berdoalah ‘Ya Allah, tenangkanlah aku’.
Tegakkan kembali kepala dan anda dapat rasakan kelegaan pada otot leher tadi.

Dalam Relaksasi dapat ditambahkan dengan melakukan Visualisasi. Visualisasi adalah suatu cara untuk melepaskan gangguan dalam pikiran dengan cara membayangkan gangguan itu sebagai sesuatu benda, dan kemudian kita melepaskannya
.

Contoh:
Orang yang menderita sakit kepala, dapat membayangkan atau menganggap sakit kepala itu sebagai batu. Dalam pikirannya batu itu kemudian dimasukkan ke dalam kantung plastik lalu dibuang dari kepalanya.
Pada saat anda menghembuskan napas, bayangkan & rasakan energi negatif, kekesalan, kebencian, atau apapun yang menjadikan diri anda stres terbuang dengan hembusan napas tersebut. Dan pada saat anda menghirup napas, bayangkan dan rasakan energi positif masuk ke dalam tubuh anda membersihkan semua yang ada di dalam tubuh anda.


No comments :

Post a Comment

muat komentar anda disini untuk membantu mengembangkan blog ini...